crossorigin="anonymous"> Musim Hujan Tiba Warga Petani Palimassang Mulai Garap Sawah - yudhaindonesiannews.com
Menu
Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia

Musim Hujan Tiba Warga Petani Palimassang Mulai Garap Sawah

  • Bagikan

Bulukumba, — Curah hujan berintensitas tinggi yang dalam beberapa pekan terakhir, rutin mengguyur Provinsi Sulawesi Selatan, dan beberapa wilayah kabupaten di sekitarnya, dimanfaatkan puluhan warga Dusun Palimassang, Desa Padang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, untuk mulai turun ke sawah dan melakukan penanaman padi varietas mikongga dan empari.

Sala satu Petani Dusun palimassang, Arif, menuturkan untuk musim penghujan tahun ini, petani telah melakukan aktivitas penanaman di atas lahan sawah, seluas kurang lebih dua hektar.

Penanaman dilakukan, setelah sebelumnya, petani menyiangi rerumputan sembari membajak sawah yang akan digarap dan ditanami padi.

Ia bersama warga petani lain berharap agar musim penghujan kali ini akan menjadi anugerah terindah dan bukan malah sebaliknya menjadi malah petaka untuk sawah yang telah mereka tanami.

Arif mengakui, seusai menanam, terkadang petani masih harus diperhadapkan pada tantangan serangan hama penggerek batang ( Scirpophaga incertulas) yang merupakan jenis hama utama.

Intensitas serangan hama ini, bisa dikreteriakan lumayan cukup tinggi.

Pasalnya, hama penggerek batang tak jarang melakukan serangan di tengah fase pertumbuhan mulai dari fase vegetatif, generatif, persemaian, sampai ke musim panen.

Petani bahkan tak jarang harus menanggung kerugian sebagai akibat dari menurunnya hasil panen gabah dalam jumlah yang tidak sedikit.

Sebaliknya, kalau lagi beruntung, petani akan memperoleh hasil panen yang memadai untuk kemudian dijual dalam bentuk gabah ke pedagang beras atau pengusaha pabrik gabah.

Akan tetapi, gabah gabah tersebut sangat jarang dibayar cash oleh pedagang beras atau pengusaha pabrik gabah.

Jadinya, petani harus mensiasati kehidupan dengan menyimpan cadangan gabah untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga sehari hari.

Gabah yang disimpan baru akan digiling dan dijadikan beras, saat akan dimasak untuk keperluan makan, pungkasnya dalam perbincangan dengan awak media, Sabtu, (18/8). (Arif/Andi Fadly Daeng Biritta)

Pewarta : Arif

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *