
YIN,Bulukumba – Ketua PHBI Bontobulaeng Muh Ansar Seksi Pembangunan yang sekaligus Seksi Ibadah pada Mesjid Jami Nurul Yaqin yang terletak di Bontobulaeng kecamatan bontotiro.
Ketua PHBI Desa Bontobulaeng Muh.Ansar yang dihubungi awak media via selulernya dan WatsAp 26/07/2022 pukul 22.25 wia menuturkan Kronologi sehingga adanya beberapa warga membubuhi tanda tangan berupa surat untuk menolak Babinsa Sertu Mudatsir,ungkapnya.
Kronologi
Pada saat Bulan Ramadhan beberapa bulan lalu Panitia mesjid Jami Nurul YaQin Bontobulaeng Kecamatan Bontotiro merencanakan pengadaan Jam Digital dan perencanaan tersebu disepakati oleh pengurus dan jama’ah, Namun Kenyataannya Bendahara Mesjid Jami Nurul Yaqin berinisiatif sendiri membeli bahan Kanopi tanpa melalui musyawarah pengurus mesjid dan jama’ah
lebih lanjut “saya mendatangi Babinsa Sertu Mudatsir untuk menyampaikan sekaligus mengklarifikasi apa yang telah disepakati dalam perencanaan pengadaan jam digital, nah apa salahnya kalau saya mendatangi Babinsa Sertu Mudatsir, apa lagi beliau warga masyarakat Bontobulaeng yang juga berdomisili di Sattulua.” Kata Muh Ansar Ketua PHBI.
Disaat itulah Babinsa menyampaikan/mengklarifikssi permasalahan yang terjadi kepada Bendahara Mesjid Jami Nurul Yaqin, namun ada hal yang membuat bendahara tidak menerimanya, sebab ada perkataan (kenapa kau seorang guru, tidak mengerti prosedur) ucapan Sertu Mudatsir yg di anggap oleh pihak bendahara mesjid yang kurang baik di lontarkan saat mengklarifikasi permasalahan sehingga membuat pihak bendahara merasa tak nyaman ucapan sertu Mudatsir. Sertu Mudatsir secara pribadi telah minta maaf baik kepada bendahara mesjid maupun kepada istrinya bendahara , bila kata- kata saya yang menyinggung perasaanya,ungkapnya.

Lebih lanjut Perencanaan pengadaan pembelian jam digital, pengurus mesjid meminta partisipasi masyarakat untuk pengadaan jam digital, dan diumumkan melalui mimbar oleh Ketua PHBI Bontobulaeng kecamatan bontotiro Tuturnya.
Olehnya itu Sertu Mudatsir yang dihubungi via seluler pada tanggal yang sama via Selulernya dan WatsAp mengatakan bahwa hal ini saya merasa sudah tidak ada lagi masaalah karena “saya secara pribadi telah meminta maaf kepada Bendahara Mesjid dan istrinya” kenapa tiba-tiba ada pemberitaan yang telah dilansir oleh sala satu media bahwa ada beberapa warga yang telah membubuhi tanda tangan untuk meminta ke Danramil Bontotiro agar saya tidak lagi bertugas lagi sebagai Babinsa ditempat itu, Tuturnya.
Ketua PHBI Bontobulaeng memohon kepada Bapak Danramil Bontotiro agar Sertu Mudatsir untuk dipertahankan dan saya sangat tidak setuju Sertu Mudatsir Babinsa dipindahkan sebab beliau sangat peduli dan memberi pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat yang membutuhkan, bahkan Muh.Ansar Ketua PHBI Bontobulaeng kecamatan bontotiro akan siap dipanggil oleh pihak petugas untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya, terkait permasalahan yang terjadi sehingga muncul surat yang dibubuhi tanda tangan oleh beberapa warga untuk tidak menghendaki lagi Babinsa untuk bertugas ditempat ini ,kata Muh Ansar dengan tegas.
Ditempat yang berbeda awak media 27/07/2022 menghubungi Dewan Pimpinan Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia ( DPD APKAN RI) Bulukumba sebagai Wakil Ketua 3 yang juga terlahir dari titisan darah TNI AD H.Syarifuddin.AR merasa miris membacanya dengan adanya kata-Kata yang telah dilansir oleh salah satu media, bahwa Babinsa terlalu mencampuri urusan dapur , “adapun terkait Dapur dimaksud yang mana?” .semoga hal-hal kecil seperti ini mungkin perlu disudahi, apalagi permohonan Maaf telah disampaikan secara pribadi oleh Sertu Mudatsir,
Sebagai tokoh masyarakat perlu dibicarakan secara Arif dan bijaksana mari , jadi perlu diketahui bahwa peran Babinsa sangatlah penting karena Babinsa salah satu pilar yang harus ada pada tingkat kelurahan/Desa untuk dapat mengikuti perkembangan dalam kehidupan masyarakat yang mencakup bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya, agama dan psikologi untuk menemukan hal-hal yang dapat menimbulkan gejolak sosial yang mengakibatkan gangguan terhadap keamanan serta mampu mengambil tindakan pencegahan dan tindakan pemberantasan dalam rangka memelihara stabilitas daerah. Tutup H.Syarifuddin.AR.
Pewarta : Arif











