crossorigin="anonymous"> Balai Pompengan Jarang Sidak Galian C di Balong dan Bontomanai Dua Desa Dikepung Galian C, Balai Pompengan Malah Jarang Turun Lapangan - yudhaindonesiannews.com
Menu
Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia

Balai Pompengan Jarang Sidak Galian C di Balong dan Bontomanai Dua Desa Dikepung Galian C, Balai Pompengan Malah Jarang Turun Lapangan

  • Bagikan

 

YUDHAINDONESIANEWS.COM, BULUKUMBA — Kinerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang kembali mendapat sorotan tajam dari aktivis kemasyarakatan.
Kali ini, kritik datang dari Andi Hamzah, perwakilan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Sulawesi Selatan, yang menyoroti minimnya pengawasan balai terhadap aktivitas pertambangan di Desa Balong Ujung Loe dan Desa Bontomanai Kecamatan Rilau Ale.

Menurut Andi Hamzah, saat ditemui di lokasi Tambang yang berada di Pa’bentengan menuturkan bahwa pihak Balai Pompengan disinyalir sejak akhir-akhir ini jarang turun langsung ke lokasi tambang di kedua desa tersebut untuk memantau dampak lingkungan maupun kesesuaian tata ruang air, 04/10/2026

Padahal, pengawasan berkala sangat diharapkan oleh masyarakat dan lembaga yang sering menyoroti tambang tersebut guna memastikan kelestarian aliran sungai dan mencegah potensi kerusakan infrastruktur pengairan di sekitar area tambang.

“Kami melihat ada kesan pembiaran. Pihak Balai Pompengan seharusnya aktif turun ke lapangan, khususnya di wilayah terdampak seperti Desa Balong dusun Pa’bentengan, untuk memeriksa apakah aktivitas kerukan tambang tersebut mengganggu sempadan atau aliran sungai. Kenyataannya, pengawasan di sana dinilai sangat minim bahkan terkesan nihil,” ujar Andi Hamzah dalam keterangannya.

Sorotan ini menambah daftar panjang tuntutan publik terhadap BBWS Pompengan Jeneberang di wilayah Sulawesi Selatan. Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa juga sempat menggelar unjuk rasa guna menuntut transparansi tata kelola serta pengawasan berkala terkait pemanfaatan wilayah sungai dan proyek irigasi di daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum mendapatkan Kontak dari Balai Pompengan mengenai kritik yang dilayangkan oleh PPWI Sulsel terkait absensi pengawasan di lokasi tambang Desa Balong dan Desa Bontomanai tersebut.

Masyarakat berharap pihak balai segera mengambil tindakan konkret dan melakukan inspeksi mendadak ke lapangan demi menjaga fungsi ekologi dan keberlangsungan area pertanian setempat. Tutup Andi Hamzah dari PPWI

Tim Red: Srf

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *