Yudhaindonesianews.Com, Jakarta – Kasus dugaan penipuan lintas negara kembali mencuat setelah seorang warga Malaysia, Nor Hafiz bin Nor Hazam, melaporkan tindak pidana penipuan yang diduga kuat dilakukan oleh seorang warga Indonesia bernama Ade Muksin, S.H., yang diketahui menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi. Laporan tersebut diterima oleh Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, pada Senin, 12 Januari 2026, di Sekretariat Nasional PPWI.
Nor Hafiz menyampaikan bahwa dirinya diminta mentransfer uang sebesar 500 Ringgit Malaysia ke rekening Bank BRI Nomor: 016001090432502, atas nama Kemas Fathir Destwo, oleh orang yang mengaku bernama Ade Muksin, S.H. Permintaan tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp yang mengatasnamakan staf media PWI. Dalam pesan itu, pelaku mengirimkan kartu tanda anggota (KTA) yang tampak seperti milik PWI. Namun setelah ditelusuri, kartu tersebut ternyata merupakan KTA PPWI atas nama Ridhal yang telah dimodifikasi.
Modus yang digunakan cukup canggih. KTA PPWI asli dicrop bagian kiri dan kanan sehingga huruf “PPWI” tampak seperti “PWI”. Foto asli pemilik kartu diganti dengan foto Ade Muksin, lengkap dengan latar belakang spanduk berlogo PWI. Tak hanya itu, masa berlaku kartu yang seharusnya berakhir pada 2023 diubah menjadi 2027, seolah-olah kartu tersebut masih sah digunakan.
Selain KTA palsu, Nor Hafiz juga menerima pesan dari nomor yang mengaku sebagai Ade Muksin. Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim berasal dari “media PWI pusat Jakarta” dan menyebut telah menerima video serta data pribadi Nor Hafiz. Pelaku mengancam akan mempublikasikan video tersebut sehingga menjadi viral, kecuali korban memberikan keterangan dan mentransfer sejumlah uang. Dengan dalih “menyelamatkan marwah” korban dan keluarganya, pelaku berusaha meyakinkan Nor Hafiz untuk segera mengirimkan dana.
Wilson Lalengke, setelah menerima laporan, segera meminta nomor kontak pelaku. Dari tangkapan layar yang dikirim korban, terlihat nomor 085177421007 dengan foto profil berlogo PWI. Namun setelah pihak PPWI mencoba menghubungi, nomor tersebut sempat aktif lalu tiba-tiba terblokir, dan logo PWI menghilang dari profil.
Untuk memastikan identitas pelaku, tim media melakukan penelusuran melalui Google dengan kata kunci “Ade Muksin”. Hasil pencarian menunjukkan bahwa benar Ade Muksin adalah Ketua PWI Bekasi yang dikukuhkan sejak April 2024. Foto yang ditemukan identik dengan foto yang ditempelkan pada KTA PPWI milik Ridhal, memperkuat dugaan bahwa pelaku adalah orang yang sama.
Wilson Lalengke menegaskan bahwa pelaku bukan anggota PPWI dan mengecam keras tindakan pencatutan identitas organisasi. Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya warga Malaysia, agar berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan organisasi wartawan. Menurutnya, tindakan seperti ini merusak citra profesi jurnalis dan mencederai kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Wilson Lalengke menyerukan agar pimpinan PWI melakukan pengawasan ketat terhadap anggotanya. Ia menekankan pentingnya pembinaan dan pemberian sanksi tegas bagi anggota yang terbukti melakukan tindak kriminal. Hal ini, katanya, untuk mencegah wartawan menggunakan profesinya sebagai kedok melakukan penipuan, korupsi, penggelapan, atau tindak pidana lainnya.
Sementara itu, pihak PPWI tengah mempertimbangkan langkah hukum atas kasus ini. Dugaan pemalsuan KTA dan penipuan lintas negara dianggap sebagai tindak pidana serius yang mencoreng nama baik organisasi PPWI, bangsa, dan negara Indonesia. PPWI berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini demi menjaga integritas dan melindungi masyarakat dari kejahatan serupa berulang di masa depan. (APL/Red)
Perjuangan Ibu dan Anak Tembus Banjir Muara Wahau, RS Medika Sangatta Beri Pelayanan Humanis
Yudhaindonesianews.Com, Sangatta – Senin 12 Januari 2026 Ibu Hasriani bersama anaknya, Anti, akhirnya tiba dengan selamat di Rumah Sakit Medika Sangatta setelah melalui perjalanan panjang dan penuh rintangan dari Muara Wahau pada Minggu, 11 Januari 2026. Ibu Hasriani menyampaikan rasa puas dan terima kasih atas bantuan Ibu Heny, pegawai Klinik Induk KBB, yang sigap membantu menghubungi pihak rumah sakit untuk penanganan medis.
Perjalanan dimulai dari wilayah perusahaan Melenyu 2 Afdeling LA, Muara Wahau. Di tengah perjalanan, rombongan terhambat banjir di wilayah Afdeling 13, antara Jabdan dan LJ. Sejak pukul 10.00 WITA hingga 18.00 WITA, kendaraan terpaksa berhenti karena air banjir tak kunjung surut.
Sopir travel, Safii, berupaya mencari jalur alternatif. Namun kendaraan kembali mengalami kendala akibat kandas. Berkat bantuan pihak perusahaan yang menurunkan alat berat (jonder), mobil berhasil ditarik sehingga perjalanan dapat dilanjutkan.
Cobaan kembali terjadi sekitar pukul 01.00 WITA ketika tali fan belt melilit kipas mesin. Setelah diperbaiki, kendaraan melanjutkan perjalanan, namun pada pukul 03.00 WITA oli mesin keluar dan menyebabkan mobil tidak dapat beroperasi. Perjalanan pun terpaksa dihentikan.
Pada pagi hari, Pak Safii menghubungi rekan sesama sopir travel. Sekitar pukul 08.00 WITA, kendaraan pengganti tiba dan membawa Ibu Hasriani, anaknya, serta tiga penumpang lainnya melanjutkan perjalanan. Rombongan akhirnya tiba di Rumah Sakit Medika Sangatta sekitar pukul 12.00 WITA dengan selamat.
Setibanya di rumah sakit, Ibu Hasriani mendapat sambutan yang baik, ramah, dan humanis dari petugas resepsionis dan Admisi. Selanjutnya, ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh Dokter Bahtiar pada pukul 17.00 WITA.
Menurut keterangan ibu hasriani kepada Samsul anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) bersama rekan awak media mengucapkan terimakasih kepada dokter bahtiar atas pelayanannya yang baik,ramah dan humanis di dalam melayaninya dari pertama sampai kontrol kali ini
(Samsul Daeng Pasomba.PPWI/Tim)










