Menu
Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia

Unit Tipidter Satreskrim Polres Pangkep melakukan sidak sejumlah spbu di wilayah pangkep antisipasi kecurangan dan ketersediaan bbm jelang hari raya idul fitri 1445 H tahun 2024

  • Bagikan

 

Yudhaindonesianews.com
PANGKEP-Hal perintah Kapolres Pangkep melalui Kasat Reskrim Pangkep Iptu Prawira Wardany S.Tr.K, S.I.K. untuk melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap masing-masing SPBU yg ada di wilayah pangkep, !menindaklanjuti sebagaimana adanya pemberitaan di media terkait oknum SPBU yang mencampur bbm jenis pertalite dengan air, juga untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat pemudik menjelang dan setelah libur panjang perayaan Idul Fitri 1445 H tahun 2024 terhadap spbu di Wilayah Kab. Pangkep mengantisipasi kecurangan yang mungkin dilakukan pihak SPBU yang dapat merugikan konsumen atau masyarakat umum.

Kanit Tipidter Polres Pangkep, Ipda Wildan Syauqil Umam S.Tr.K, M.H. dalam sidak ini dijelaskan, dilakukan pengecekan langsung ketersediaaan bbm kemudian kecocokan harga yang tertera pada mesin SPBU dengan jumlah BBM dalam pembelian satu liternya. Selain itu juga kemurnian BBM untuk memastikan tidak ada cairan lain yang terkandung pada BBM tersebut. “Kita bersama dengan unit metrologi legal dinas perdagangan dan perindustrian kab. pangkep melakukan tera pompa ukur bbm pada spbu menggunakan alat tera berkapasitas 20 liter, untuk mengecek apakah hasilnya sesuai atau tidak dengan toleransi Batas Kesalahan yang Diizinkan(BKD) di seluruh SPBU di wilayah pangkep, dan selanjutnya kami akan melakukan pengecekan kandungan yang tersedia dalam sampling bbm apakah murni atau tidak.”

Oleh karena itu kami menghimbau kepada pengusaha SPBU untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan tidak melakukan kegiatan usaha dengan kecurangan kepada konsumen. Apabila terindikasi adanya kecurangan, bisa dikenakan UU perlindungan konsumen dan apabila terindikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi maka akan dikenakan UU Migas. “Dengan ancaman hukuman pidana paling lama 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp. 60 milyar”

Pewarta : ( Maris )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *